Jepun Negerinya Hiroko By Nh. Dini | Goodreads

Jump to ratings and reviewsWant to ReadBuy on AmazonRate this book

Seri Cerita Kenangan Nh. Dini #7

Jepun Negerinya Hiroko

Nh. Dini

3.55Want to ReadBuy on AmazonRate this book
    GenresIndonesian LiteratureNovelsFictionLiteratureBiography Memoir

372 pages, Paperback

Published January 1, 2000

Book details & editions10 people are currently reading142 people want to read

About the author

Profile Image for Nh. Dini.

Nh. Dini

51 books237 followersFollowFollowNh. Dini (Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin) started writing since 1951. In 1953, her short stories can be found in most of national magazines like Kisah, Mimbar Indonesia, and Siasat. She also writes poems, radio play, and novel.Bibliography:* Padang Ilalang di Belakang Rumah * Dari Parangakik ke Kampuchea * Sebuah Lorong di Kotaku * Jepun Negerinya Hiroko * Langit dan Bumi Sahabat Kami * Namaku Hiroko * Tirai Menurun * Pertemuan Dua Hati * Sekayu * Pada Sebuah Kapal * Kemayoran * Keberangkatan * Kuncup Berseri * Dari Fontenay Ke Magallianes * La Grande Borne

Ratings & Reviews

What do you think?Rate this bookWrite a Review

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

3.555 stars38 (15%)4 stars84 (33%)3 stars110 (43%)2 stars18 (7%)1 star2 (<1%)Search review textFiltersDisplaying 1 - 22 of 22 reviewsProfile Image for Rei.Rei366 reviews40 followersFollowFollowOctober 24, 2018#finishedreading Jepun Negerinya Hiroko oleh Nh. Dini....Buku ketujuh dari #serikenangannhdini ini berkisah tentang Dini yang pergi menyusul calon suaminya, Yves Coffin ke Jepang. Disana mereka menikah di Konsulat Prancis. Setelah berbulan madu, Dini menyadari kalau dirinya hamil. Perangai asli sang suami juga terungkap, Yves ternyata sangat pemarah, pelit, dan sangat egois. Hanya kasih sayang terhadap calon bayinya semata yang membuat Dini bertekad untuk sabar menghadapi Yves...Di luar kehidupan rumah tangganya yang jauh dari harmonis, Dini cukup menikmati masanya tinggal di Negeri Sakura tersebut. Ia memperoleh sahabat-sahabat baru, bahkan ada yang menganggapnya anak dan adik. Ia juga menikmati jalan-jalan mengelilingi Kobe, melihat bunga sakura dan mengunjungi kuil-kuil bersejarah....Saya cukup menikmati buku ini walau lebih banyak kesalnya. Kesal karena Dini bertekad untuk diam menghadapi kelakuan Yves yang sangat menyebalkan sebagai suami, dan ia tetap merasa bahagia saat suaminya itu sedang bersikap baik. Saya kira pada masanya Dini tetaplah seorang wanita yang hanya ingin dicintai, dan ia rela berkorban demi bayinya. Yves bahkan melarang Dini untuk menulis karena dianggap tidak ada gunanya, which is make me so 😤😤😤...21-23 Oktober untuk @gerakan_1week1book #gerakanoneweekonebook #gerakan_1week1book dan @bibliobibuli.id #BOMC2018 📖....#reipamerbuku #ReviewByRei #bibliophile #bookstagram #unitedbookstagram #bookstagramindonesia @bookstagramindonesia #bookish_indonesia #rabook #booktographyid #gramediadotcom #indramayumembaca #MembacaIndonesia #nhdini #jepunnegerinyahiroko
    biography-true-story-etcbuku-indonesiahistorical-fiction ...more
Profile Image for Yelsa Fahziani.Yelsa Fahziani91 reviews3 followersFollowFollowJanuary 14, 2018Dibilang membosankan sih engga ya, cuma rasanya terlalu datar aja.Profile Image for Imas.Imas515 reviews1 followerFollowFollowOctober 13, 2009Semacam memoar yang ditulis Nh. Dini saat ia hidup di Jepang dalam rangka mengikuti suaminya bertugas di negeri sakura itu sebagai seorang konsulat selama lebih kurang dua tahun. Berlatar belakang tahun 1960a-an.Dini banyak bercerita bagaimana ia menjalani kehidupan di Jepang,mengasuh anak-anaknya, bergaul dengan masyarakat berbagai bangsa, bahkan memperkenalkan masakan-masakan Indonesia kepada mereka. Agak lucu juga sih, Dini adalah isteri diplomat Perancis tapi berhubung dia seorang Indonesia yang kerap disajikan adalah masakan Indonesia...:).
    fictionindonesia-bukukarya-perempuan ...more
Deanita Adharani14 reviewsFollowFollowJanuary 27, 2023Baca novel ini di era ketika media populer dan media sosial isinya narasi postfeminisme sebagai arus utama tuh, rasanya nyegerin. Rasanya seperti kembali diingatkan bahwa cerita tentang perempuan nggak perlu melulu tentang menantang pembaca dengan adegan asusila(sebut sj sastra wangy), gak perlu melulu tentang vagina dan rahim, gak perlu melulu tentang kegilaan yang stoik, gak perlu melulu dibawakan secara berantakan dan hancur lebur sebab konsep perempuan perlu dilihat secara holistik, dan rasa2nya pendekatan yang paling cocok ya dengan menuliskan pengalaman eksistensial si subjek seperti di novel ini. Pembaca berhasil dibuat menyelami pengalaman perempuan dari aspek paling domestik, intim, dan personal tanpa berusaha membuat impresi yang mengais belas kasih pembaca terhadap nasib perempuan, khususnya perempuan yang menjadi trophy wife bagi laki2 orientalis berkedudukan tinggi. Walaupun berlatar kehidupan rumah tangga dengan segala peran domestik perempuan yang kerap dirujak peminis twidr, novel ini bernafaskan feminisme tanpa repot2 mengasosiasikan latar belakang tertentu dengan konstruksi imajinasi "sosok perempuan feminis ideal" yang secara tidak langsung telah mempersempit bingkai pembacaan masyarakat hari ini tentang perempuan feminis.dan yang bukan feminis. Sangat sangat suqa :(Profile Image for Euginia Sekar.Euginia Sekar30 reviewsFollowFollowSeptember 4, 2024Tulisan Nh. Dini bikin aku ingat sama gaya cerita Laura Ingalls Wilder.Profile Image for febriani.febriani109 reviews6 followersFollowFollowJuly 22, 2015Jepun Negerinya Hiroko by Nh. Dini Jepun Negerinya Hiroko is a memoir of a French diplomat’s wife during her living in Japan. This memoir took place after Kemayoran, after Dini was proposed by Yves Coffin. She began her life as the diplomat’s wife in Japan. She spent her days in Japan by taking French cooking class, watching her friend’s ikebana class and learning Japanese language with her Japanese friend. Her sociability helped her to get some new friends, including some close friends whom she would need to endure her tough days with her husband. As how the previous memoir was, we were shown many things she observed during the time-frame of this book. She observed the characters of her Japanese friends and the intricate details of Japanese buildings and environment. However, there are significantly less historical events mentioned, compared to her previous memoirs that took place in Indonesia. Since Dini got engaged and married Yves, she noticed that her husband was either changed or simply not as perfect as she thought. He became stingy and temperamental. Because of his moody trait, they kept changing their household assistant. Each assistant could not bear with his impatience and harsh scoldings, while the ones who could bear it were recalled by their family to get married. Thankfully, Yves was still willing to help with the household chores. The middle to the end of this memoir told us how Yves' photography hobby took more and more portion of their daily life. In contrast, Dini had a hard time keeping up with her writings, of which Yves perceived as an unproductive hobby that could not be monetized. Even Dini had to hide her novel's draft to avoid Yves' anger for bringing "useless thing" during their travels. As tough as it was, Dini gave her best to bear with Yves’ difficult upbringing, for the sake of her baby and her family in Indonesia. Thankfully, her days in the wonderful Japan were not just all about living with her difficult husband. She got to know some Indonesian, Japanese and French friends who helped her a lot. They helped with her daughter's milk, borrowed each other's clothes and jewelries, and taught her some tricks to deal with her stingy husband. As mentioned earlier, this memoir captured significantly less historical events compared to the previous memoir. In contrast, there are significantly more descriptions of the places she visited and stayed in Japan, Hong Kong and Vietnam. There are a lot of people introduced in this memoir. Sometimes it could be confusing, and unfortunately Dini tend not to refresh our memory when some characters reappeared after a long while. For example, during their visit to Hong Kong, they stayed at their acquaintances' place. The acquaintances appeared without any introduction, which made me assume that they were already introduced in the earlier chapter. However, there are so many characters that I could not recall when they were introduced! Because of the detailed descriptions and daily life events that dominate this memoir, sometimes I found myself bored when reading this. However, if we intend to follow her memoirs up to the latest one, this memoir is an important part that shows us the gradual change of Dini and Yves' relationship. This memoir may also tell many new things for readers who are not familiar with Japanese living yet. Maybe I found myself bored partially because there are not so much things that are new to me as a Japanophile. However, this shows me that the daily life in Japan in the 1960s is not significantly different from the present. Many still hold traditional value, and some out-of-traditional-norm relationships such as premarital domestic partnerships, mistress-keeping and one night stands in love hotels were already seen as not-so-unusual back then. However, I may be biased, considering that Dini is known for her explicit sexual descriptions and openness to taboo topics in her writings since her books were published in the 1990s. Apparently, some of her books were banned because they were considered vulgar in the New Order Era. I would recommend this book for people who have read Kemayoran and intend to read Dini's later memoirs. This memoir can also be considered as Namaku Hiroko's behind-the-scene, as it was obviously inspired by many events occurred and people Dini met during this memoir's time-frame. 
    memoarsastra-indonesia
Profile Image for Marina.Marina2,035 reviews359 followersFollowFollowJune 24, 2014** Books 161 - 2014 **Buku ini mengisahkan perjalanan Ibu Dini yang mengikuti jejak suaminya Yves Coffin yang seorang diplomat perancis bertugas di Kobe, Jepang.. disinilah rumah tangga mereka dimulai dan ditambah kehadiran putri pertama mereka bernama Lintang.. yang saya sangat salut Ibu Dini meski di negeri orang dan melepas kewarganegaraan Indonesia tetap mempromosikan budaya2 indonesia mulai dari masakan, tarian, pakaian yang menarik untuk saya ikuti. selain itu saya juga jadi belajar budaya2 Jepang yg awaknya saya kurang tahu..saya juga bisa merasakan dibuku ini rumah tangga Ibu Dini dan Yves Coffin yang memasuki tahun kedua mulai terlihat retakan2 yang terjadi seperti yg tertulis di penggalan2 novel berikut ini : "Kalau begini terus-terusan, aku akan menjadi miskin, karena setiap hari kau harus kubelikan satu buah impor yang mewah" (Yves, halaman 30) disini saat ibu Dini mengidam buah nanas ketika hamil Lintang "Di waktu itu pula aku mulai mengenal Yves yg sesungguhnya, yang pelit dan sangat mengendalikan keinginanku bergenit-genit peristiwa minta tambah uang buat baju atau sepatu misalnya" (Dini, halaman 38) "Yves tidak mempercayai ceritaku. aku lolos dari kecelakaan lift yg dikhawatirkan banyak orang, tetapi suamiku menganggap itu omong kosong. sungguh, hatiku amat tersinggung (Dini, halaman 105) Selain itu ibu Dini juga baru mengetahui watak suaminya Yves yg lekas marah, suka menghardik pembantu hingga hampir tujuh kali berganti2 pembantu, dan hobi mendengarkan musik dengan volume kencangsisi positifnya buku ini mengajarkan kita meskipun kita berada di negeri orang tetap kebanggan terhadap negara sendiri tetap dipupuk. Selain itu bagaimana kita belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru. buku ini saya berikan 3,2 dari 5 bintang! :*
    2014biographyclassic-literature ...more
Profile Image for Berliana Pasaribu.Berliana Pasaribu12 reviews4 followersFollowFollowSeptember 19, 2010Buku ini semacam memoar dari NH Dini, mengenai pengalamanya tinggal di negeri sakura, Jepang. Bukunya sendiri sedikit bertele-tele dan monoton. Seperti memoar lainnya, menceritakan pengalaman pribadinya selama tinggal di Jepang dan menjadi istri seorang konsul berkebangsaan Perancis.NH Dini juga menceritakan tentang pergumulannya bagaimana dia seorang wanita Jawa, yang didik menjadi wanita yang penurut terhadadap suami, tidak banyak bicara, pintar memasak, pintar berdandan. Saya pribadi, menikmati bacaan ini, karena memang saya menyukai segala sesuatu yang berbau kebudayaan dan menurutku tidak terlalu membosankan. Dari buku ini saya bisa belajar, bagaimana sebenarnya kehidupan berumah tangga, yang memadukan dua sifat yang berbeda untuk menjadi hidup bersama, tinggal bersama dan harus selalu ada yang mengalah. Dalam buku ini juga, pembaca diajak, bagaimana sikap dan kebiasaan apa yang harus dilakukan ketika seorang perempuan hamil.Kutipan yang paling saya suka dari buku ini adalah :"Bagiku kemanusian tidak dibatasi oleh kebangsaan atau pun negeri. Dengan memandang kedepan, hubungan antar manusia sedunia akan sedemikian luas sehingga batasan-batasan kewarganegaraan semakin memudar. Justru akan menandakan kepicikan bagi yang menganut atau berkeras kepala mengukuhinya. Paspor hanyalah kertas, namun masih diperlukan untuk administrasi...."Profile Image for Nitanoty Dessy.Nitanoty Dessy8 reviews1 followerFollowFollowSeptember 24, 2007Karena udah lumayan lama banget ya baca buku ini tapi kalo gak salah ceritanya tentang kehidupannya NH.Dini si penulis deh.cerita bagaimana dia harus ikut suaminya yang diplomat perancis berpindah2 tugas dari negeri satu ke negeri yang lainnya. Bagusnya baca buku ini bisa mengetahui sedikit sejarah pada waktu itu. Perjuangannya seorang perempuan Indonesia yang harus hidup di negeri orang.Profile Image for Sri.Sri897 reviews38 followersFollowFollowMay 29, 2007Melahirkan Lintang.Suami mulai bersikap tak wajar.Kehilangan sahabat.
    biography-memoir
Profile Image for Alfian.Alfian3 reviewsFollowFollowJuly 26, 2007Seperti buku NH Dini lainnya, buku ini cukup menyentuh.Profile Image for Annchan Maulana.Annchan Maulana466 reviews64 followersFollowFollowAugust 3, 2007Buku sedih nie hiks :((Profile Image for Rika.Rika43 reviewsFollowFollowSeptember 3, 2007jadi tau sekelumit tentang jepang dan serunya kehidupan di sana,, plus tempat2 yang bikin tercengang... must read this book...
    indonesia
Profile Image for sandra.sandra83 reviews4 followersFollowFollowOctober 10, 2007Ini adalah buku kedua setelah NAmaku Hiroko...Ceritanya...Hmmmm....baca sendiri pasti penasaran....Khas gaya N.H DiniMonte14 reviewsFollowFollowFebruary 26, 2008Buku ini membuat gw tertarik unt tau lebih bny lg ttg Jepang.Profile Image for an.an764 reviews22 followersFollowFollowApril 8, 2008buku harian yg dinovelkan. ngebosenin..........
    novel
Annachan14 reviews3 followersFollowFollowApril 11, 2008Ada cerita adegan striptease loh...Profile Image for Hasanuddin.Hasanuddin254 reviews16 followersFollowFollowJune 19, 2010Cepat lelah dan bosan, alurnya lambat banget.... Tapi dr sisi penceritaan cukup bening, lugas n sangat lengkap dalam menggambarkan kondisi dan suasana.
    paradigma
Profile Image for Indira Iljas.Indira Iljas206 reviews9 followersFollowFollowNovember 25, 2010Hasil WBD 2010
    indonesia
Profile Image for R. Karlina Lubis.R. Karlina Lubis35 reviews2 followersFollowFollowNovember 17, 2012Baginya kewarganegaraan bukanlah penghalang. Dari cerita yang ditulisnya memberi gambaran yang jelas bahwa perkawinan adalah proses belajar yang tak hentiProfile Image for Siti Maslihah.Siti Maslihah32 reviews3 followersFollowFollowOctober 25, 2014Di awal-awal agak capek juga membaca curhatannya Nh. Dini tentang suaminya, tapi ceritanya saat kembali ke Semarang bertemu Ibunya adalah adegan yang terbaik dan paling menyentuh.Profile Image for Octharina Nur.Octharina Nur120 reviews16 followersFollowFollowMarch 30, 2017Menceritakan tentang kehidupan Nh. Dini setelah menikah dengan seorang diplomat dan kemudian hijrah ke Jepang. Ia menceritakan suka dan duka tinggal di negeri sakura serta suka duka kehidupan yang ia jalani dengan suami barunya.Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Join the discussion

Adda quoteStarta discussionAska question

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.Help center

Từ khóa » Nh Dini